Benny Harman serang Yusril, sampai bawa-bawa pentolan Nazi – AEOmedia

  • Whatsapp
Benny K Harman

AEOmedia.com | Berita Terkini : Benny Harman serang Yusril, sampai bawa-bawa pentolan Nazi, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Benny Harman serang Yusril, sampai bawa-bawa pentolan Nazi, Kami merangkum informasi terbaru ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Polemik perpecahan di tubuh Partai Demokrat membuat Benny Harman serang Yusril Ihza Mahendra masuk dalam lingkarang konflik antara kedua kubu AHY dan Moeldoko.

Dari perselisihan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman sampai serang Yusril dengan tuduhan yang dinilai tidak sesuai. Hingga akibatkan perang opini.

Kondisi inilah yang menjadi babak baru dari perpecahan politik yang terjadi, saling serang opini bahkan menggunakan propaganda politik dan perang urat syaraf antara kedua belah pihak.

Benny K Harman Foto: antara

Demokrat serang Yusril sampai bawa pentolan Nazi

Dalam serangan tersebut, Benny K Harman melakukan serangan dengan menuding Yusril Ihza Mahendra sebagai pengikut Hitler yang dikenal sebagai pentolan Nazi.

Serangan tersebut justru ditanggapi pentolan Partai Bulan Bintang ini dengan tertawa terbahak-bahak. Karena apa yang dituduhkan kepadanya, dinilai berbanding terbalik dengan apa yang terjadai.

Yusril lantas menceritakan saat masih menjadi mahasiswa di FISIP Universitas Indonesia. Kala itu, iia pernah menjadi asisten Prof Osman Raliby mengajar mata kuliah Propaganda Politik dan Perang Urat Syaraf. Osman memberinya buku-buku Adolf Hitler dan Jozef Goebbels dalam bahasa Jerman seperti Mein Kampf dan Des Fuhrers Kampf um den Weltfrieden untuk ditelaah.

Yusril Ihza Mahendra komentari langkah Duterte Lockdown. Foto: Instagram Yusril.
Yusril Ihza Mahendra komentari langkah Duterte Lockdown. Foto: Instagram Yusril.

Karena Yusril mahasiswa filsafat, pemikiran Hitler dalam Mein Kampf itu dikritik habis di hadapan Osman Raliby. Prof Osman adalah tokoh Masyumi yang pernah berguru dengan Goebbels saat kuliah di Berlin menjelang Perang Dunia II itu gembira melihat reaksi Yusril.

Karena itu, Yusril tertawa ketika Benny Harman menyebut cara berpikir totaliter dalam menguji anggaran dasar Partai Demokrat. Apalagi, Yusril mengingat Benny Harman mengikuti kuliah filsafat hukum dan teori ilmu hukum yang ia ajar.

Saat di kampus, pemikiran filsafat hukum Yusril malah dianggap terlalu Islam, tidak mengesankan penganut paham totaliter nationale sosialismus atau Nazi.

“Di zaman Orba, Panglima Kopkamtib Laksamana Sudomo menyebut saya ekstrem kanan. Pemerintah Amerika Serikat sampai sekarang menganggap saya Islam radikal. Makanya saya tidak pernah dikasih visa untuk masuk ke AS,” jelas Yusril.

Ketum Demokrat AHY bersama politikus senior Demokrat Benny K Harman. Foto: Instagram
Ketum Demokrat AHY bersama politikus senior Demokrat Benny K Harman. Foto: Instagram

Oleh karenanya, ia merasa heran dituding sebagai pengikut Hitler hanya karena membela empat kader Demokrat yang dipecat.

“Dua minggu lalu saya dijuluki pengacara Rp 100 miliar. Sekarang saya dijuluki lagi sebagai Nazi pengikut Hitler. Masih untung saya enggak dijuluki PKI,” tutupnya sembari tertawa.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *