Emak penjual sayur vs preman sama-sama tersangka, Mabes Polri bilangnya begini – Viral & Trending – AEOmedia

  • Whatsapp
Litiwari Iman Gea alias Rosalinda Gea (kiri). Foto: Ist.

AEOmedia.com | Berita Terkini : Emak penjual sayur vs preman sama-sama tersangka, Mabes Polri bilangnya begini – Viral & Trending, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Emak penjual sayur vs preman sama-sama tersangka, Mabes Polri bilangnya begini – Viral & Trending, Kami merangkum Hotline News ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Mabes Polri angkat bicara soal emak-emak penjual sayur vs preman di Deli Serdang, Medan. Penjual sayur yang dikeroyok 4 preman jadi tersangka. Mabes Polri membenarkan hal itu, dan ternyata preman pengeroyok emak-emak penjual sayur juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Jadi antara emak penjual sayur dengan preman itu saling lapor dan sama-sama menjadi tersangka.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan kasus saling lapor ini berawal dari insiden penganiayaan pada 5 Oktober 2021.

Penjual sayur vs preman sama-sama tersangka

Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan kasus yang viral ini menjadi perhatian Polda Sumatera Utara da Mabes Polri. Ramadhan mengatakan insiden saling lapor berujung sama-sama tersangka ini berawal dari insiden penganiayaan pada 5 Oktober 2021.

Litiwari Iman Gea alias Rosalinda Gea (kiri). Foto: Ist.

Pada hari itu, Litiwari Iman Gea dianiaya BS dan tiga preman dan kemudian kasus ini kedua pihak saling lapor ke Polsek Percut Sei Tuan. Dalam kasus ini justru emak penjual sayur yang ditetapkan sebagai tersangka.

Lantaran kasus ini viral di media sosial dan jadi perhatian masyarakat, Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara turun tangan.

Pelaporan dua kasus itu langsung diambil alih Polrestabes Medan, dengan posisi masing-masing sudah tersangka.

“Kasus ini viral jadi perhatian bapak Kapolda Sumut. Tindak lanjut Kapolda telah perintahkan Kapolrestabes dan Diskrimum untuk tarik kasus tersebut,” kata Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim, Senin 11 Oktober 2021.

Kasus terlapor BS ditangani di Satreskrim Polrestabes Medan sedangkan kasus atas terlapor LI, ditangani oleh Diskrimum Polda Sumut.

“Kasus itu hari ini sedang dilaksanakan gelar perkara di Polda, tujuanya pastikan dan penelitian penetapan tersangka oleh Polsek, untuk memastikan duduk perkara dan aktor kejadian tersebut,” kata dia.

Kini polisi sedang memburu dua preman tersangka penganiayaan dan meminta dua buronan ini untuk segera menyerahkan diri.

“Kita tunggu penanganannya sampai sekarang dilaksanakan gelar perkara untuk pastikan tahu fakta-fakta yang sebenarnya,” kata dia.

Kronologi

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko bersama jajaran Polda Sumut menggelar Konferensi Pers penganiayaan emal penjual sayur di Polrestabes Medan, Sabtu malam 9 Oktober 2021.

Turut Hadir Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi., Wadirreskrimum Polda Sumut AKBP Alamsyah Parulian Hasibuan, PS. Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Raffles Langgak Putra.

Polrestabes Medan soal kasus emak penjual sayur vs preman
Polrestabes Medan soal kasus emak penjual sayur vs preman. Foto Instagram @polrestabes.medan

“Pimpinan Polri dan Kapolda Sumatera Utara telah mendengar dan merespon dengan cepat serta ikut prihatin atas berita yang viral terkait penganiayaan dan penetapan tersangka kepada seorang ibu yang berinisial LG, penjual sayur di Pasar Gambir yg dipukul oleh pria yg diduga preman di Pajak (Pasar) Gambir, Kec Tembung, Deli Serdang, pada tanggal 5 September 2021 lalu,” ujar Kabid Humas Polda.

Sebelumnya, Hadi mengatakan Polda Sumut membentuk tim khusus untuk mendalami kasus pemukulan ini. Tim itu terdiri dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

“Pimpinan Polda Sumut telah memerintahkan Dirreskrimum dan Kapolrestabes Medan untuk membentuk tim dan menarik penanganan perkara penganiayaan terhadap korban LG yang dilakukan oleh pria berinisial BS, saat ini sudah ditahan, untuk disidik di Satreskrim Polrestabes Medan,” kata Hadi.

Tim juga diperintahkan untuk segera melakukan pencarian terhadap 2 pelaku lainnya Yaitu DD, dan FR.

“Untuk itu kami menghimbau kepada kedua orang tersebut agar segera melapor dan menghadap kepada penyidik Satreskrim Polrestabes Medan. Selain itu, Tim akan mendalami kembali kronologis kejadian tersebut guna memastikan apa latar belakang dan penyebab kejadian penganiayaan tersebut,” kata Hadi.

Khusus terhadap perkara laporan balik dari tersangka BS, yang mana LG telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Penyidik Polsek Percut Sei Tuan, Ditreskrimum Polda Sumut akan melakukan langkah-langkah gelar perkara khusus dan menarik penanganannya guna mendalami fakta sebenarnya.

Dengan telah dilakukannya langkah-langkah tersebut diatas.

“Kami menghimbau masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganannya kepada pihak kepolisian, tutup Hadi Wahyudi.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *