Perusahaan tekno asal Amerika Apple sedang naik daun, harga saham ereka naik lebih dari 2%. Dan nilai sekarang ini menjadi nilai tertinggi, satu lembarsaham dihargai dengan Rp 4,28 juta.

Peningkatan penjualan iPhone di China naik lebih dari 18% di Desember 2019 lalu menjadi pemicu kenaikan harga saham Apple.

Hasil penjualan iPhone tersebut dicatatkan menurut perhitungan CNBC menggunakan data pemerintah yang diterbitkan oleh Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China, sebuah lembaga think tank pemerintah.

Menurut data tersebut, hingga akhir tahun lalu Apple mengirimkan 3,2 juta iPhone ke China. Angka tersebut naik 2,7 juta unit secara year on year (YoY). Hingga saat ini China merupakan area pertumbuhan baru bagi Apple dan harus bersaing dengan negara produsen ponsel Android dengan harga yang lebih rendah.

Pada kuartal pertama 2019 Apple mencatatkan pendapatan dari China senilai US$ 13,17 miliar, turun US$ 5 miliar secara YoY.

“Jika melihat hasil penjualan kami, terjadi shortfall lebih dari 100%, itu terutama terjadi di China,” kata Tim Cook, CEO Apple pada Januari 2019 dikutip dari CNBC, Jumat (10/1/2020).

Dia melanjutkan, “Jelas bahwa ekonomi mulai melambat di sana di semester kedua dan saya yakin penyebabnya adalah ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang memberikan tekanan tambahan pada ekonomi mereka.”

Namun demikian, menurut data lembaga think tank menunjukkan penjualan telah meningkat sejak saat itu.

Berdasarkan data terakhir dari Counterpoint Research di November lalu, pangsa pasar Apple di China hanya sebesar 8% selama kuartal III-2019. Turun dari posisi 9% secara YoY. Pasar ponsel di China masih dikuasai oleh Huawei yang mencapai 40%, diikuti kemudian oleh Vivo, Oppo dan Xiaomi.