AEOMedia.com – Nama Reynhard Sinaga mendadak tenar. Dia jadi bahan perbincangan internasional lantaran terbukti bersalah dalam 159 kasus kejahatan seksual terhadap pria.

Kasus tersebut ternyata menjadi kejahatan seksual terbesar sepanjang sejarah Inggris. Tak diketahui berapa jumlah pasti korban Reynhard. Sebab, belakangan laporan terhadap aksi Reynhard terus bertambah.

Tentu, kasus ini mengguncang Indonesia. Pihak Istana mengakui, kasus Reynhard telah mencoreng nama baik Indonesia.

Citra Manchester United juga sempat tercoreng. Itu menyusul adanya pengakuan dari Reynhard kepada polisi dan pengadilan, pernah bekerja di toko pakaian dan hotel milik salah satu klub sepakbola Manchester. Pengakuan Reynhard lebih mengarah pada MU, bukan Manchester City.

Manajemen Setan Merah, dilansir BBC, langsung membantahnya. Mereka menjabarkan rekam jejak karyawan yang pernah bekerja di klub.

Dari data tersebut, tak ada nama Reynhard Sinaga di dalamnya. Ketika ditelusuri, Reynhard ternyata hanya bekerja di bar kawasan Gay Village.

Di sanalah, Reynhard bersosialisasi. Kemudian, dia juga pernah mengabdi dan beribadah secara rutin di gereja lokal.

Tak heran jika MU dikaitkan dengan Reynhard?. Karena pada dasarnya, selama tinggal di Inggris, Manchester memang tempatnya bermukim.