Rayakan Kenailan Isa Almasih, Tak Boleh Saling Peluk dan Cium

Rayakan Kenailan Isa Almasih, Tak Boleh Saling Peluk dan Cium – AEOmedia

AEOmedia.com: Kami merangkum informasi ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Rayakan Kenailan Isa Almasih, Tak Boleh Saling Peluk dan Cium.

– Umat Kristen dan Katolik akan memperingati Kenaikan Isa Almasih pada 13 Mei 2021 dalam suasana pandemi Covid-19. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) yang dipimpin Menag Yaqut Cholil Qoumas pun menerbitkan panduan penyelenggaraan ibadah peringatan Kenaikan Isa Almasih.

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 08 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Peringatan Kenaikan Isa Almasih. SE ini ditandatangani Menag pada 6 Mei 2021.

’’Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh umat beragama. Untuk itu, saya juga telah menerbitkan edaran panduan penyelenggaraan ibadah peringatan Kenaikan Isa Almasih,’’ tegas Menag dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (9/5). ’’Edaran ini diterbitkan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, sekaligus memberikan rasa aman kepada umat Kristen dan Katolik dalam menjalankan ibadah peringatan Kenaikan lsa Almasih,’’ sambungnya.

Baca juga :  Fase Pemulihan Ekonomi Dunia Makin Kuat, Akses Vaksin Jadi Penentu - AEOmedia

Menag meminta kepada seluruh jajaran Kemenag untuk mensosialisasikan edaran ini secara masif, terutama kepada Pengurus/Pengelola Tempat lbadah (Gereja) serta umat Kristen dan Katolik. ’’Saya harap semua dapat menaati ketentuan dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, terutama dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 dan memberi perlindungan kepada umat Kristen dan Katolik,’’ pesannya.

 

Berikut ketentuan panduan Penyelenggaraan Ibadah Peringatan Kenaikan Isa Almasih di masa pandemi:

Kewajiban bagi Pengurus/Pengelola Tempat lbadah (Gereja):

 

  1. Pelaksanaan ibadah peringatan Kenaikan lsa Almasih di tempat ibadah (Gereja) dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat dan jumlah umat yang diperkenankan mengikuti ibadah di tempat ibadah (Gereja) tidak melebihi 50 persen dari kapasitas tempat ibadah (Gereja);

 

  1. Mengatur jadwal pelaksanaan ibadah (shift) dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung tempat ibadah (Gereja);

 

  1. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat ibadah (Gereja);

 

  1. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar tempat ibadah (Gereja);
Baca juga :  Kasus Covid-19 Naik, RS di Jatim Diminta Siaga Kapasitas Tempat Tidur - AEOmedia

 

  1. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi penghayatan dan makna ibadah;

 

  1. Menyiapkan petugas internal yang mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat ibadah (Gereja);

 

  1. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat ibadah (Gereja) guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

 

  1. Melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk bagi seluruh pengguna tempat ibadah (Gereja);

 

  1. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus pada bangku/kursi di tempat ibadah (Gereja); j. Para Pengurus/Pengelola tempat ibadah (Gereja) juga memfasilitasi pelayanan ibadah peringatan kenaikan lsa Almasih secara virtual di rumah-rumah.

 

Kewajiban bagi Pengguna Tempat lbadah (Gereja):

 

  1. Jemaat yang akan mengikuti ibadah dalam kondisi sehat;

 

  1. Menggunakan masker/masker wajah (face shield) sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat ibadah (Gereja);

 

  1. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer,

 

  1. Tidak diperkenankan melakukan kontak fisik, seperti bersalaman, berpelukan dan berciuman pipi;
Baca juga :  Kabar Aneh Medan Elektromagnetik dari Orang yang Divaksin Covid-19 - AEOmedia

 

  1. Menjaga jarak antarjemaat;

 

  1. Menghindari berdiam lama di tempat ibadah (Gereja) atau berkumpul di area tempat ibadah (Gereja), selain untuk kepentingan ibadah;

 

  1. Bagi anak-anak yang rentan tertular penyakit dan berisiko tinggi terhadap Covid-19, dapat mengikuti ibadah secara virtual di rumah dan bentuk pelayanan lainnya;

 

  1. Bagi jemaat lanjut usia yang sakit dan rentan tertular penyakit serta berisiko tinggi terhadap Covid-19, mengikuti ibadah secara virtual di rumah dan bentuk pelayanan lainnya.

Kesimpulan
Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan perihal anda dari apa yang sajikan saat ini. Semoga artikel yang membahas Rayakan Kenailan Isa Almasih, Tak Boleh Saling Peluk dan Cium Ini menjadikan anda semakin tertarik dengan gratisnya pengetahuan dari internet.
[ad_2]
Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Dony

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Rayakan Kenailan Isa Almasih, Tak Boleh Saling Peluk dan Cium – AEOmedia yang dipublish pada 9 May 2021 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment