Perumahan Elite di Bekasi Wajibkan Pakai E-Toll

AEOMedia.com, Berita Nasional – Warga Perumahan Kemang Pratama 3, Kota Bekasi, Jawa Barat dan sekitarnya, mengeluhkan penutupan gerbang utama perumahan yang menjadi akses utama pengguna jalan. Gerbang perumahan elite itu diketahui ditutup sejak diberlakukannya lockdown di wilayah tersebut.

Bahkan kini ada aturan yang mewajibkan pengendara memiliki kartu sebagai akses keluar masuk, dengan membayar biaya administrasi pembuatan kartu yang bervariasi.

Untuk warga perumahan, biaya kartu mulai dari Rp 5 ribu untuk sepeda motor, dan Rp 10 ribu untuk mobil. Sedangkan untuk warga luar perumahan, pembuatan kartu dikenakan biaya Rp 10 ribu.

Hal tersebut sontak membuat jengkel tak hanya warga perumahan, tapi juga masyarakat luas seperti pedagang, kurir, driver ojol dan sebagainya. Mereka yang tidak memiliki kartu, terpaksa memutar lebih jauh untuk bisa keluar masuk perumahan elite di Bekasi tersebut.

Asidin misalnya, pedagang ketoprak yang biasa mangkal di depan gerbang perumahan itu, kini tak bisa lagi melintas dan harus memutar lebih dari 1 kilometer.

“Sejak lockdown sampai sekarang, enggak dibuka-buka. Padahal ini kan akses jalan umum, bukan jalan pribadi milik warga Kemang,”

Menurut pria 53 tahun itu, petugas keamanan yang berjaga memberlakukan jam operasional untuk buka tutup gerbang. Gerbang dibuka dari pukul 07.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Kemudian ditutup hingga pukul 18.00 WIB. Setelah itu kembali dibuka hingga pukul 21.00 WIB. Dan selanjutnya ditutup lagi hingga pagi hari.

“Jadi bingung kita pedagang kecil kalau harus muter, jalannya kan jauh banget. Padahal sekarang udah mulai new normal, bukan lockdown,” paparnya.

Terkait penggunaan kartu e-toll untuk pengendara bebas akses keluar masuk, Asidin mengaku sudah mendengarnya namun tidak mengetahui secara detail.

“Kalau untuk warga luar informasinya gratis, bikinnya tidak bayar. Tidak tahu kalau memang ada pungutan Rp 10 ribu untuk motor, mobil Rp 15 ribu,” ucapnya.