Sebagai sebuah serangan balasan Terhadap pembunuhan yang dilakukan Amerika terhadap Jendral Iarn. Pihak Militer Iran meluncurkan Roket di pangkalan MIliter AS yang ada di Arek.

Dua roket yang diluncurkan itu menghajar kota Irbil dan Ayn Al-Asad.

Iran menegaskan serangan ini untuk membalas kematian Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dirudal AS awal Januari lalu. Iran pun mengklaim serangan tersebut telah menewaskan 80 tentara AS.

Meski demikian, sepertinya serangan ini bukan jadi balasan terakhir Iran. Dalam akun Twitternya, Pemimpin Tertinggi iran Ayatollah Khamenei menegaskan serangan yang dilakukan tidaklah cukup.

“Serangan telah menampar (AS) tadi malam, tapi aksi militer tersebut tidaklah cukup,” tegasnya dikutip CNBC International dari akun @khamenei_ir.

Ia juga mengatakan kehadiran AS di kawasan tersebut harus dihentikan. “Kehadiran korup AS di kawasan Asia Barat harus dihentikan #SevereRevenge,” tulis akun itu.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sepertinya hendak mencairkan suasana. Dalam pidatonya, yang membantah klaim Iran yang terkait korban tewas, Trump menegaskan tidak akan menyerang balik Iran.

“Kekuatan Amerika, baik itu militer maupun ekonomi, adalah pencegahan yang baik,” ujarnya. “Fakta bahwa kita memiliki militer dan peralatan terhebat ini, tidak berarti membuat kita harus menggunakannya.”

Trump memilih menjatuhkan sanksi ekonomi baru untuk Iran. Sanksi yang tidak dijelaskan detail ini, disebut Trump, akan berlaku sampai Iran mengubah perilakunya terutama soal pengembangan nuklir.

“Iran harus meninggalkan ambisi nuklirnya dan mengakhiri dukungannya untuk terorisme,” sebut Trump.

“Dunia.. harus mengirimkan pesan yang jelas pada rezim Iran. Kampanye kalian (Iran) tentang teror, pembunuhan dan kekacauan tidak bisa ditoleransi. Hal itu tidak boleh diizinkan terus terjadi.”

Meski demikian, selang beberapa jam setelah pernyataan Trump, zona hijau di Irak kembali diserang roket. Setidaknya ada dua roket Katyusha, mendarat di wilayah internasional yang dipimpin AS ini.

CNN melaporkan Kamis (9/1/2020) dini hari, terdengar dua ledakan di area tersebut. Sirine juga terdengar dari zona yang merupakan pusat pemerintahan dari koalisi sementara kependudukan AS di Irak sejak 2003 itu.

Menurut militer Irak tidak ada kerusakan berarti pada fasilitas yang berada di wilayah tersebut. Juru Bicara Militer AS Kol. Myles B Caggins III juga menegaskan ini.

“Koalisi militer mengkonfirmasi roket kecil menyerang sekitar zona internasional di Baghdad,” katanya dari akun twitter @OIRSpox.