COVID-19 Jabar

AEOMedia.com, Kesehatan – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, saat ini GTPP Jabar tengah melakukan pelacakan peta sebaran COVID-19 di dua klaster tersebut.

“Kalau yang sudah dilaporkan di Pikobar dari institusi tersebut sektiar 126 yang positif. Tapi kami masih tracing dan tracing. Dan sebagai tindaklanjut kami akan melakukan tes masif ke semua insititusi pendidikan se-Jabar yang berbasis asrama. Berita pastinya harus menunggu hasil PE puskesmas setempat,” ujar Berli saat dikonfirmasi awak media.

Berli membenarkan, apabila saat ini terjadi penambahan dua klaster baru. Hal ini membuat ada enam klaster yang teridentifikasi di Jabar. “Ya dengan institusi pendidikan kedinasan berbasis asrama,” ujar Berli seraya enggan menyebut insitusi tersebut

Pada bulan Maret juga ditemukan empat klaster penyebaran COVID-19 di Jabar, diantaranya klaster Musda Hipmi Jabar di Karawang, Seminar Bisnis Syariah di Sentul Bogor, Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Kota Bogor, dan acara seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Hotel Asri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mencuitkan mengenai dua klaster ini lewat akun Twitternya, @ridwankamil. Menurutnya kasus COVID-19 di Jawa Barat meningkat dalam tiga terakhir ini.

“Kasus di Jawa Barat naik 3 hari terakhir, krn ditemukan kluster di Pabrik di Kab Bekasi dan kluster institusi pendidikan kenegaraan di Bandung Raya. Tim Gugus Tugas sedang intens melacak, testing dan mengisolasi situasi. Semoga setelah ini membaik lagi. Hatur Nuhun. #covidjabar,” cuit pria yang akrab disapa Kang Emil itu, Senin (6/7).