Korban Dari wabah virus Corona terus bertambah, bahkan data yang di keluarkan pemerintah CHina ada 722 orang tewas, jumlah ini bertambah 86 orang dari data sebelumnya.

Korban meninggal ternyata melampaui korban virus SARS yang terjadi beberapa tahun lalu.

Melansir Reuters, Komisi Kesehatan Nasional China, Sabtu (8/2), mengatakan, Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona, melaporkan 81 kematian yang terjadi kemarin, dengan 67 orang meninggal di Kota Wuhan, ibu kota Hubei.

Di seluruh daratan China, Komisi Kesehatan Nasional Chin menyebutkan, ada 3.399 infeksi baru yang terkonfirmasi pada Jumat (7/2). Sehingga, jumlah total orang yang terjangkit virus corona menjadi 31.774 orang.

Namun secara global, korban untuk SARS, penyakit dalam keluarga yang sama dengan virus corona baru, tetap lebih tinggi, lebih dari 770 kematian.

China terus berjuang untuk menahan penyebaran virus corona baru hingga saat ini, meskipun telah menempatkan sekitar 56 juta orang di bawah penguncian efektif di Hubei termasuk Wuhan.

Kota-kota lain yang jauh dari pusat wabah juga telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga orang tetap di dalam ruangan, membatasi jumlah orang yang bisa meninggalkan rumah mereka.

Kematian seorang dokter asal Wuhan berusia 34 tahun pada Jumat (7/2) yang dihukum karena meningkatkan kekhawatiran tentang virus corona baru pada Desember 2019 lalu memicu curahan kesedihan dan kemarahan atas penanganan krisis oleh pemerintah.

Virus corona baru telah menyebar ke lebih dari dua lusin negara, mendorong beberapa pemerintah untuk melarang kedatangan dari Tiongkok dan mendesak warganya untuk menghindari bepergian ke negara itu. Beberapa merekomendasikan warganya untuk meninggalkan China.

Kota-kota lain yang jauh dari pusat wabah juga telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga orang tetap di dalam ruangan, membatasi jumlah orang yang bisa meninggalkan rumah mereka.

Kematian seorang dokter asal Wuhan berusia 34 tahun pada Jumat (7/2) yang dihukum karena meningkatkan kekhawatiran tentang virus corona baru pada Desember 2019 lalu memicu curahan kesedihan dan kemarahan atas penanganan krisis oleh pemerintah.

Virus corona baru telah menyebar ke lebih dari dua lusin negara, mendorong beberapa pemerintah untuk melarang kedatangan dari Tiongkok dan mendesak warganya untuk menghindari bepergian ke negara itu. Beberapa merekomendasikan warganya untuk meninggalkan China.