Pemakaman Jendral Besar dari Iran, Qasem Soleimani ternyata memiliki magnet bagi warga Negara Iran, Ribuan Manusia turut mengantarkan jenasahnya. Akibat hal tersebut 30 Orang meninggal dunia karena terjebak di kerumunan manusia. Hal tersebut terjadi pada 7 Januari 2020.

Selain tewas, sekitar 190 orang terluka, seperti dilaporkan ISNA dan dikutip CNN.

Pemakaman jenazah Soleimani pun ditunda karena kerumunan massa yang demikian besar jumlahnya.

“Karena kerumunan hari ini demikian padat sayangnya sejumlah warga kami yang berduka mengalami luka dan sejumlah tewas,” kata Pirhossein Kolivand, kepala pelayanan medis darurat kepada media televisi, seperti dilaporkan Reuters tentang alasan penundaan pemakaman Soleimani.

Kerumunan massa yang menghadiri pemakaman Soleimani meneriakkan Hancur Amerika. Isak tangis penuh emosi juga terdengar dalam kerumunan itu.

Belum ada penjelasan resmi sampai kapan penundaan pemakaman orang nomor dua paling berkuasa di Iran itu.

Soleimani tewas dalam serangan drone militer AS saat iringan mobilnya mendekati bandara internasional Baghdad, Irak pada Jumat pagi, 3 Januari 2020.

Pentagon menjelaskan pembunuhan jenderal Qassem Soleimani atas perintah Presiden Donald Trump sebagai upaya menghentikan serangan Iran ke AS.