Muslima Fest

Hoax! Omicorn sudah masuk Indonesia lewat orang Bekasi, Kemenkes ancang-ancang lakukan ini – Viral & Trending – AEOmedia

AEOmedia.com | Berita Terkini : Hoax! Omicorn sudah masuk Indonesia lewat orang Bekasi, Kemenkes ancang-ancang lakukan ini – Viral & Trending, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Hoax! Omicorn sudah masuk Indonesia lewat orang Bekasi, Kemenkes ancang-ancang lakukan ini – Viral & Trending, Kami merangkum berita ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Pemerintah membantah varian baru Covid-19, Omicorn masuk ke Indonesia melalui warga Bekasi yang baru pulang dari luar negeri. Juru bicara Kementerian Kesehatan memastikan pengecekan informasi soal Omicron masuk Indonesia itu ternyata hoax alias tidak benar.

Kementerian Kesehatan mengatakan terus meningkatkan tes genom sekuensing dari pasien Covid-19 untuk mengantisipasi secara dini Omicron maupun varuan baru Covid-19 di Tanah Air.

Muslima Fest

Omicorn masuk Indonesia itu hoax

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menegaskan kabar Omicorn masuk ke Bekasi tidak benar.

“Tidak benar. Belum ada kasus Omicron di Indonesia sampai saat ini,” jelas jubir Kemenkes itu dikutip dari -, Rabu 8 Desember 2021.

Kemenkes mengungkapkan mereka memastikan Omicorn belum masuk Indonesia setelah mengecek langsung ke petugas laboratorium Bekasi yang informasinya menemukan Omicorn pada warga Bekasi yang baru pulang dari luar negeri.

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi. Foto: Liputan6
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi. Foto: Liputan6

Siti Nadia mengatakan Kemenkes kini sudah memiliki 11 unit genom sekuensing untuk mengantisipasi sedini mungkin Omnicorn masuk di Indonesia.

Sebelumnya laporan terkait temuan Omicron disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti melalui salah satu media massa online yang menyatakan terdapat empat warga DKI Jakarta dinyatakan terpapar varian Omicron berdasarkan pemeriksaan sampel di Laboratorium Farmalab, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Tetap tenang

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron masih sensitif dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Ia mengatakan meski varian omicron belum terdeteksi di Indonesia, masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kata dia, beberapa kasus Covid-19 dari varian B.1.1.529 di Eropa tidak berasal dari pelaku perjalanan internasional, melainkan transmisi lokal.

Tes SWAB PCR. Foto: Antara
Tes SWAB PCR. Foto: Antara

“Bahkan ada yang memang seperti di Jerman, Spanyol itu tidak ada riwayat perjalanan ke luar, jadi kita harus hati-hati dan Asia Tenggara sangat berisiko tinggi (terhadap vaksin Omicron),” ujarnya.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah meminta seluruh laboratorium menerapkan strategi testing Covid-19 menggunakan metode S gene target failure (SGTF) sebagai indikasi awal untuk mendeteksi varian Omicron.

Ia menjelaskan, metode SGTF bisa dilakukan bila S gen pada hasil pemeriksaan tes PCR tidak terdeteksi.

“Sehingga kalau kita pakai reagen PCR yang nge-tag S gen ini dia tidak terdeteksi, tapi gen yang lainnya ke-detect, nah itu mengarah ke varian Omicron, jadi PCR test lebih cepat lebih gampang, begitu kita lihatnya kalau dengan SGTF,” ucapnya di laman YouTube Alumni Institut Teknologi Bandung baru-baru ini.


Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Leave a Comment