Thursday, June 30, 2022
spot_img

Apa saja Perkembangan dan Pertumbuhan Bayi 6 Bulan Ke 7 Bulan

Must Read

AEOmedia.comApa saja Perkembangan dan Pertumbuhan Bayi 6 Bulan Ke 7 Bulan, Tak terasa Si Kecil sudah tumbuh hingga berumur 6 bulan. Bagi Bunda dan Dads yang mengamati perkembangannya, pasti akan menyadari beberapa hal baru yang sudah bisa Si Kecil lakukan. Caranya bermain, belajar, dan bergerak menunjukkan tanda-tanda sejauh apa perkembangannya.

Seperti apakah perkembangan bayi 6 bulan pada umumnya?

Yuk Lihat Perkembangan Bayi 6 Bulan

Di usia bayi yang mencapai 6 bulan, mungkin Bunda dan Dads akan mulai kewalahan karena perkembangan bayi 6 bulan mulai bisa melakukan beberapa hal seperti merangkak, bangun kemudian duduk, serta berguling-guling.

Perkembangan bayi 6 bulan pada otaknya juga membuat Si Kecil ingin menjelajahi dan penasaran terhadap benda-benda dan lingkungan sekitarnya.

Dampaknya, Si Kecil akan mulai berusaha memegang barang-barang dan memasukkan ke dalam mulutnya. Inilah empat kategori perkembangan bayi 6 bulan yang harus Bunda dan Dads perhatikan ketika menemani Si Kecil.

1. Perkembangan Sosial dan Emosional

Perkembangan bayi 6 bulan yang pertama, bayi sudah mengenali wajah-wajah yang familiar dan mengerti wajah orang asing. Bayi senang bermain, terutama dengan orang tua dan boneka.

Perkembangan emosionalnya juga mulai terbentuk, bayi sudah bisa merespon emosi orang lain dan sering terlihat senang. Tanda perkembangan sosial lainnya adalah bayi suka melihat bayangan dirinya di cermin.

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Main Boneka untuk Perkembangan Si Kecil

2. Perkembangan Komunikasi dan Bahasa

Perkembangan bayi 6 bulan selanjutnya, kemampuan bayi untuk mulai bisa berkomunikasi ditandai dengan merespon pada suara dengan membuat suara. Si Kecil juga akan mulai berusaha untuk berbicara dan mengeluarkan suara seperti “ah”, “eh”, “oh”, dan konsonan seperti “m” dan “b”.

Di umur 6 bulan ini, bayi Bunda dan Dads mulai akan mengerti namanya sendiri dan merespon ketika dipanggil atau ketika orang tuanya membuat suara. Si Kecil juga sudah mampu mengekspresikan perasaan senang dan tidak senang dengan mengeluarkan suara-suara.

3. Perkembangan Kognitif

Perkembangan bayi 6 bulan untuk belajar, berpikir, dan menyelesaikan masalah juga mulai menunjukkan tanda-tanda. Si Kecil mulai sering melihat-lihat benda di sekitarnya.

Rasa penasaran Si Kecil mulai terbentuk, sehingga Si Kecil akan berusaha mengambil barang-barang yang jauh dari jangkauan dengan tangan kecilnya.

Kemampuannya memindahkan barang dari tangan yang satu ke tangan lainnya juga mulai terlihat. Bunda dan Dads juga harus meningkatkan kewaspadaan karena Si Kecil akan mulai sering memasukkan berbagai hal ke mulut.

4. Perkembangan Fisik

Si Kecil pada perkembangan bayi 6 bulan mulai menunjukkan kemampuannya untuk duduk sendiri tanpa sandaran di punggung atau mulai dapat duduk dengan baik di kursi bayi.

Si Kecil mungkin senang ketika Bunda atau Dads menopangnya dalam posisi berdiri, dalam posisi ini Si Kecil biasanya senang melompat-lompat kecil.

Kegiatan ini selain menyenangkan untuk anak, juga bermanfaat untuk melatih kekuatan otot kakinya agar semakin siap menopang berat tubuhnya untuk berjalan di kemudian hari.

Saat dalam posisi tidur, anak mampu menggulingkan badan ke kiri, kanan, telungkup dan telentang tanpa masalah. Si Kecil mulai mampu merangkak, bergerak maju dan mundur, terkadang merangkak mundur terlebih dahulu sebelum maju ke depan.

Baca juga :  Dokter Kandungan Sebut, Bumil OTG Covid, Bayi Cenderung Tak Bergejala - AEOmedia

Waspadai Perkembangan Bayi 6 Bulan

Perkembangan Bayi 6 Bulan perkembangan kognitif.jpg

Foto: freepik.com

Jurnal Developmental Milestones membahas tentang pentingnya mengenali tanda-tanda perkembangan yang terlambat pada anak sedini mungkin.

Tahun pertama perkembangan bayi sangat krusial untuk kemampuan belajar dan berkembang dalam hidup anak kelak.

Pencapaian (milestones) mengikuti alur yang dapat diprediksi pada bayi serta anak-anak, dan kemampuan perkembangan di masa depan ini dibangun berdasarkan pencapaian kemampuan sebelumnya.

Memahami pencapaian perkembangan bayi 6 bulan yang normal dapat membantu dokter untuk mengetahui mana perkembangan yang terlambat.

Penelitian menunjukkan bahwa hasil dari mengintervensi kehidupan anak sedini mungkin, memberikan dampak yang positif ketika anak harus menerima terapi yang dibutuhkan seperti terapi bicara atau berbahasa atau terapi fisik.

CDC (Centers for Disease Controls and Prevention) memberikan saran apabila Bunda dan Dads mendapati Si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan bayi 6 bulan sebagaimana mestinya, Bunda dan Dads dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak segera.

Tanda-tanda yang menunjukkan perkembangan bayi 6 bulan mungkin memiliki masalah atau kondisi medis tertentu yaitu:

  • Tidak berusaha mengambil benda-benda yang berada dalam jangkauan
  • Tidak menunjukkan perasaan kasih sayang kepada orang tua atau pengasuh
  • Tidak menunjukkan respon terhadap suara-suara di sekitarnya
  • Memiliki kesulitan untuk membawa barang-barang ke mulut
  • Tidak membuat suara seperti “ah”, “eh”, atau “oh”
  • Tidak mampu berguling ke arah manapun
  • Tidak tertawa atau membuat suara pekikan
  • Terlihat sangat kaku dengan otot-otot yang menegang
  • Terlihat loyo dan lemas seperti boneka

Perkembangan Bayi 6 Bulan serta Stimulasinya

Perkembangan Bayi 6 Bulan membaca.jpg

Foto: freepik.com

Penelitian Infant Communication and Subsequent Language Development in Children from Low Income Families menyatakan bahwa stimulasi kognitif di usia 6 bulan bagi bayi memiliki dampak penting pada kapasitas komunikasi bayi, seperti mengikuti pandangan mata, mengekspresikan emosi, dan kapasitas bayi untuk meminta perhatian orang lain.

Agar Si Kecil tumbuh dengan optimal, apa saja yang Bunda dan Dads bisa lakukan untuk perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya?

1. Mulai Membaca

Pada perkembangan bayi 6 bulan adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan bayi dengan buku dan kata-kata. Bunda dan Dads bisa memulai dengan buku cerita anak-anak yang penuh warna dan gambar.

Beberapa buku dirancang khusus untuk menstimulasi otak bayi dengan sentuhan dan melatih sensorik Si Kecil, misalnya buku yang di dalamnya terdapat contoh tekstur permukaan bulu binatang, kain, atau kayu.

Buku yang dirancang untuk bayi biasanya memiliki bahan yang tidak mudah robek, sehingga lebih aman saat bayi mencoba menggigitnya atau menariknya dengan kasar.

Bunda dan Dads juga bisa membacakan buku cerita yang ringan. Bacalah dengan perlahan, tak lupa tambahkan gestur tubuh dan emosi saat membacakannya. Ajaklah Si Kecil untuk tertawa atau terkejut agar semakin interaktif.

Semakin hari, Si Kecil kesayangan Bunda dan Dads akan semakin berkembang kemampuan bahasa dan komunikasinya. Otak anak akan berusaha menangkap dan mempelajari bahasa yang mereka dengar.

Baca juga :  Tanda Pandemi Akan Berakhir? Bayi dengan Antibodi Covid Telah Lahir - AEOmedia

Dengan latihan membaca, akan membantu perkembangan bahasa, mendengar, dan sensorik pada Si Kecil. Buku bergambar yang berwarna warni juga membantu bayi memproses gambar di otaknya.

2. Bertepuk Tangan

Aktivitas bertepuk tangan sungguh menyenangkan untuk Si Kecil. Agar Si Kecil semakin semangat, Bunda atau Dads bisa ikut bertepuk tangan bersamanya.

Bertepuk tangan memberikan perasaan yang menyenangkan untuk Si Kecil karena mengeluarkan suara.

Jika bayi belum bisa bertepuk tangan, Bunda atau Dads bisa mengajarkan mereka terlebih dahulu. Ambilah tangan Si Kecil dan bantu mereka bertepuk tangan dengan perlahan.

Agar lebih menyenangkan baginya, Bunda dan Dads dapat mengajari tepuk tangan sambil mengikuti irama atau lagu kesukaan Si Kecil. Contoh lagu yang sering digunakan untuk belajar bertepuk tangan adalah “If You’re Happy and You Know It” dan “Cicak Cicak di Dinding”.

Belajar bertepuk tangan mengajarkan Si Kecil untuk mengenal suara dan memproduksi suara sendiri. Belajar bertepuk tangan disertai lagu juga bermanfaat memperkenalkan anak kepada dunia lagu dan irama.

3. Mengobrol

Mendukung perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya seperti mengajak Si Kecil berbicara, memiliki dampak yang cukup besar untuk perkembangan bahasa dan melatih pendengarannya.

Ketika anak menggumamkan sesuatu, ia sedang berusaha membangun komunikasi dengan Bunda dan Dads. Jadi, merespon dengan senyum dan kata-kata akan menstimulasi mereka untuk berlatih berkomunikasi.

Bunda dan Dads dapat mencoba mengajari mereka kata-kata yang mudah dan berada di sekitar mereka sambil menunjuk ke arah benda tersebut. Misalnya baju, susu, boneka, dan benda lain yang berada di dekat mereka.

4. Peek-a-boo/Cilukba

Permainan sederhana ini sering dilakukan oleh orang tua untuk membuat anak bayi tertawa.

Ternyata, permainan cilukba mampu memperkenalkan konsep keabadian objek, yaitu konsep di mana orang atau benda memiliki keberadaan walaupun tidak terlihat mata.

Bunda dan Dads dapat bermain dengan Si Kecil dengan dua cara. Pertama, cara klasik dengan menutup wajah menggunakan tangan, kemudian membukanya dan berseru “cilukba!”.

Si Kecil akan berusaha menarik tangan Bunda dan Dads setelah dilakukan beberapa kali dan tertawa. Cara kedua, Bunda dan Dads bersembunyi di balik sofa, ranjang, atau tirai, kemudian muncul tiba-tiba sambil berseru “cilukba!”.

Untuk menambah stimulasi otot motorik halus bayi, orang tua bisa menyembunyikan buku, mainan, atau objek lain dan ditutupi selimut setengahnya. Ajak bayi untuk mencarinya dan naikkan tingkat kesulitan dengan menutupi seluruh objek.

5. Berayun di Kaki

Membantu perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya juga dapat dilakukan dengan bermain di pangkuan Bunda atau Dads.

Bayi secara alami senang berada di pangkuan orang tuanya, posisikan mereka duduk menghadap Bunda atau Dads kemudian ajak mereka berayun ke depan dan ke belakang, Bunda atau Dads dapat mengangkat dan menurunkan mereka dengan kecepatan yang berbeda.

Gerakan ini terasa menyenangkan untuk anak-anak. Si Kecil akan tertawa dan mungkin minta Bunda atau Dads melakukannya lagi. Kegiatan bermain bersama ini bermanfaat untuk menstimulasi gerakan tubuhnya.

6. Bermain Gelembung Sabun

Untuk membantu penglihatan pada perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya, Bunda dan Dads dapat bermain gelembung sabun dengan Si Kecil.

Baca juga :  Bayi Ini Terbawa Arus Laut Sejauh 1 Mil - AEOmedia

Penglihatan bayi pada perkembangan bayi 6 bulan seharusnya sudah dapat melihat dan fokus pada gelembung yang beterbangan dan berkilauan.

Bunda dan Dads dapat membeli cairan gelembung sabun di toko mainan atau membuatnya sendiri dengan mencampur sabun dan air. Cukup tiupkan di sekitar bayi dan biarkan Si Kecil menikmati pemandangan gelembung di sekitarnya, mungkin Si Kecil juga akan berusaha menangkap gelembung-gelembung tersebut dengan tangannya.

Aktivitas ini dapat membangun kemampuan konsentrasinya, koordinasi mata dan tangan, serta melatih indera penglihatan.

Berikut ini Pola Tidur Bayi 6 Bulan

Pekembangan bayi 6 bulan pada pola tidurnya, banyak bayi yang tidur sepanjang malam dan tidur siang dua hingga tiga kali sehari.

Jika Si Kecil tidak tidur sepanjang malam, bukan berarti ada yang “salah”, itu bisa saja berarti bayi Bunda berkembang pada waktu yang berbeda atau memiliki kebutuhan tidur yang berbeda.

Hal-hal seperti percepatan pertumbuhan, infeksi, atau tumbuh gigi juga dapat mengganggu tidur bayi Bunda di malam hari.

Beberapa orang tua menemukan bahwa bayi mulai tidur sedikit lebih nyenyak sepanjang malam setelah mereka mulai makan makanan padat, itu hanyalah tanda lain bahwa bayi Bunda tumbuh dengan cepat!

Pada perkembangan bayi 6 bulan, banyak bayi mulai berguling dari punggung ke depan, yang dapat menjadi perhatian banyak orang tua dalam hal tidur. Untungnya, dalam 6 bulan, risiko bayi terkena SIDS telah menurun secara signifikan.

AAP saat ini merekomendasikan agar orang tua selalu menidurkan bayi mereka, tetapi tidak perlu menyesuaikan bayi jika mereka berguling saat tidur. Untuk terus mengurangi risiko SIDS pada bayi, Bunda dapat melakukan:

  • Hentikan penggunaan lampin, karena dapat berbahaya jika terlepas saat bayi Anda menjadi lebih aktif
  • Jangan biarkan apapun yang lembut atau longgar di tempat tidur, termasuk selimut, quilt, bantal, atau boneka binatang.
  • Jangan gunakan bumper tempat tidur bayi, bahkan versi “bernapas”
  • Gunakan karung tidur sebagai pengganti selimut selama musim dingin
  • Nyalakan kipas angin di kamar bayi
  • Jaga agar suhu tetap sejuk dan nyaman agar tidak terlalu panas
  • Singkirkan semua tirai jendela di rumah

Mengamati perkembangan bayi 6 bulan dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk Bunda dan Dads. Memastikan mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas adalah harapan bagi orang tua.

Bantuan Bunda dan Dads di awal perkembangan mereka sangatlah penting, selain membuat ikatan emosional semakin kuat, Bunda dan Dads juga dapat menyadari kebutuhan Si Kecil dengan lebih detail. Semoga Si Kecil sehat selalu, ya!

Kesimpulan
Dari sedikit penjelasan di atas semoga memberikan tambahan pendapat seputar dunia sehat itu nikmat dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Apa saja Perkembangan dan Pertumbuhan Bayi 6 Bulan Ke 7 Bulan Ini menjadikan anda tambah tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Uang Suami Milik Istri, Apakah Benar atau Salah ?

Kali ini, Aeomedia menulis dalam bentuk percakapan dan diskusi antara orang-orang di dekat pintu: "Uang suami adalah istrinya, dan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -