Pemakaman Jenazah Gus Sholah dilakukan di kompleks POndok pesantren tebuireng, Jombang, Jawatimur. Ribuan santri dan para petakziah terlihat khidmat mengantarkan jenazah tokoh NU tersebut.

Para santri dan petakziah tak henti-hentinya melantunkan doa dan tauhid mengiringi keranda jenazah menuju pemakaman.

Namun, antusiasme petakziah tersebut sempat membuat suasana di area pemakaman memanas. Aksi saling dorong antara petugas keamanan dan santri terjadi. Sejumlah awak media bahkan tak diizinkan mendekati area pemakaman.

“Area pemakaman sudah penuh, yang masuk harus diseleksi. Pagar sudah hampir jebol,” kata salah satu pengurus pesantren memperingatkan. Sementara yang diizinkan masuk hanyalah keluarga, para tokoh, serta orang-orang terdekat keluarga almarhum Gus Sholah saja.

Putra Gus Sholah, Ipang Wahid bertugas mengantarkan sang ayah ke liang lahat, sekaligus mengumandangkan adzan di telinga Gus Sholah. Tangis haru para santri dan tamu yang hadir pun pecah.

Suasana haru semakin bertambah saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutannya. Khofifah bahkan sampai tersedu, berbicara di hadapan liang Gus Sholah.

“Wahai hamba-hamba yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh ridho. Penjenengan dipanggil Allah, bersama pejuang, yang akan masuk ke dalam surga-Nya,” kata Khofifah terbata.

Selain Khofifah nampak pula sejumlah tokoh yang hadir, seperti Menko Polhukam Mahfud MD, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Lalu, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. Juga hadir Pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri, KH M Anwar Manshur.

Kemudian Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, dan sejumlah tokoh lain.