Donald Trump Vs TikTok

AEOMedia.com, Berita Internasional – Presiden Amerika Serikat kabarnya akan melaran aplikasi TikTok. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Pompeo mengatakan TikTok dilarang demi melindungi keamanan nasional AS.

Menurut dia, TikTok dan perusahaan perangkat lunak China lainnya yang beroperasi di AS seperti WeChat telah memberikan data pribadi warga AS kepada Partai Komunis China.

Kata dia, selama bertahun-tahun AS menggunakan aplikasi ini karena warga Amerika merasa senang menggunakannya. “Presiden Trump mengatakan, ‘Cukup’, dan kami akan memperbaikinya,” kata Pompeo kepada Fox News, Minggu (2/8).

“Dan dia akan mengambil sikap dalam beberapa hari mendatang sehubungan dengan beragam risiko keamanan nasional yang diberikan oleh perangkat lunak yang terhubung dengan Partai Komunis China,” ujarnya.

Pompeo mengatakan data pribadi warga AS yang dikumpulkan oleh perusahaan seperti TikTok “bisa berupa pola pengenalan wajah, informasi tempat tinggal, nomor telepon, dan teman-teman yang terhubung dengan pengguna”.

Dilansir dari AFP, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin juga mengatakan TikTok harus dijual atau diblokir. Mnuchin tidak berkomentar langsung tentang ancaman Trump pada Jumat untuk melarang aplikasi TikTok yang begitu populer.

Dia menjelaskan Komite Investasi Asing di AS yang ia pimpin sedang meninjau aplikasi yang sangat populer di kalangan anak muda itu. Diperkirakan TikTok memiliki satu miliar pengguna di seluruh dunia.

“Saya mengatakan di depan publik bahwa seluruh komite setuju TikTok berisiko mengirim informasi 100 juta orang Amerika,” kata Mnuchin pada Minggu di ABC.

Mnuchin mengaku telah berbicara dengan para pemimpin Kongres termasuk Ketua DPR Nancy Pelosi dan partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer tentang apa yang harus dilakukan dengan operasional TikTok di AS.

“Kami setuju perlu ada perubahan, seperti memaksa penjualan atau memblokir aplikasi,” kata Mnuchin.

Para pejabat AS mengatakan aplikasi itu bisa menjadi alat bagi intelijen China, sementara pihak TikTok menyangkal tuduhan tersebut.

Wall Street Journal pada Sabtu melaporkan bahwa negosiasi Microsoft untuk membeli TikTok yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance ditahan setelah Trump mengancam akan melarang aplikasi tersebut.

Melalui manajer umum TikTok untuk AS, Vanessa Pappas, membela diri dengan mengatakan kepada pengguna bahwa perusahaan itu merupakan aplikasi paling aman.

“Kami tidak berencana pergi ke mana pun,” kata Pappas dalam sebuah pesan yang dirilis di aplikasi TikTok.