Flurona Bukan Varian Baru, Ahli: Koinfeksi Virus Saat Imun Drop

Flurona Bukan Varian Baru, Ahli: Koinfeksi Virus Saat Imun Drop – AEOmedia

AEOmedia.com: Flurona Bukan Varian Baru, Ahli: Koinfeksi Virus Saat Imun Drop, berbagai berita terbaru sehat itu mudah memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Flurona Bukan Varian Baru, Ahli: Koinfeksi Virus Saat Imun Drop.

– Seseorang ternyata dapat tertular dua virus sekaligus di dalam tubuhnya. Salah satunya flurona, sebutan yang kini dikenal karena infeksi ganda atau koinfeksi, gabungan influenza dan virus korona.

Hal itulah yang dikhawatirkan para ahli dalam konsep Twindemic ketika musim hujan atau musim dingin di mana virus berkembang cepat. Saat musim hujan atau musim dingin, kondisi imun seseorang mudah drop sehingga mudah terserang flu. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai. Gejala yang mirip-mirip, membuat seseorang sering salah menduga, apakah flu Atau Covid-19.

Baca juga :  1.300 Lebih Anggota TNI di Bandung dan Cimahi Terpapar COVID-19

Di Israel, seorang ibu hamil terinfeksi dua virus sekaligus yakni influenza dan Covid-19. Para ahli menyebut kondisi itu sebagai infeksi ganda atau koinfeksi. Di tengah maraknya varian Omicron dan terus meluasnya kasus Delta, dapat dipahami bahwa koinfeksi semacam itu telah memicu ketakutan. Laporan mengatakan bahwa dokter Israel telah mengamati lonjakan kasus influenza dalam beberapa minggu terakhir.

Dokter menyebutkan kondisi itu dapat terjadi akibat terganggunya atau menurunnya sistem kekebalan bagi seseorang. Sehingga tertular influenza dan Covid-19 secara bersamaan. Apalagi dalam kasus bumil tersebut, laporan mengatakan bahwa dia belun divaksinasi untuk kedua penyakit tersebut.

“Satu hari atau lebih dapat dilalui ketika seseorang terinfeksi flu. Dan ketika dia mulai mengalami gejala penyakit Covid- 19 maka bisa memakan waktu lebih lama untuk mengalami gejala daripada jika mereka terkena flu,” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) seperti dilansir dari News18, Senin (3/1)

Baca juga :  Cara Mudah dan Cepat Menikmati Beragam Kuliner Rempah Indonesia - AEOmedia

Jika terkena flu, CDC mencatat, seseorang mengalami gejala di mana saja dari 1 hingga 4 hari setelah infeksi. Sementara dengan Covid-19, timbulnya gejala terjadi sekitar 5 hari setelah terinfeksi, tetapi gejala dapat muncul 2 hingga 14 hari setelah infeksi.

Para ahli mengatakan bahwa flurona adalah koinfeksi virus yang sering terjadi di alam. Faktanya, sejak awal pandemi, para ahli kesehatan masyarakat sudah memperingatkan tentang twindemic. Lebih lanjut, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature mencatat bahwa selama musim flu musim dingin terakhir atau tahun lalu, sedikit bukti epidemiologis yang dikumpulkan mengenai interaksi antara Covid-19 dan flu, kemungkinan karena tingkat infeksi virus influenza yang rendah. Sebab selama pandemi, seseorang disiplin menjaga jarak dan memakai masker.

Koinfeksi Virus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan seseorang bisa saja mengalami dua penyakit pada saat yang sama. Dan bahwa kedua virus itu memang memiliki gejala yang sama, termasuk batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala dan kelelahan.

Baca juga :  Kongkow Saat Semi Lockdown, Tentara Singapura Didenda Ratusan Juta - AEOmedia

“Namun, gejalanya dapat bervariasi di antara orang-orang. Beberapa mungkin tidak memiliki gejala, gejala ringan atau penyakit parah. Ini menunjukkan bahwa influenza dan Covid-19 bisa berakibat fatal,” kata WHO.

Laporan Nature mengatakan bahwa Covid-19 dan influenza keduanya adalah patogen yang ditularkan melalui udara yang menginfeksi jaringan manusia yang sama yaitu saluran pernapasan dan sel-sel hidung, bronkial, dan paru-paru. Jadi, terjadilah tumpang tindih pandemi Covid-19 dan sel-sel paru-paru.

Kesimpulan
Dari sedikit berita di atas semoga memberikan tambahan pikiran seputar dunia sehat itu nikmat dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Flurona Bukan Varian Baru, Ahli: Koinfeksi Virus Saat Imun Drop Ini menjadikan anda pasti tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Flurona Bukan Varian Baru, Ahli: Koinfeksi Virus Saat Imun Drop – AEOmedia yang dipublish pada 3 January 2022 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment