Jakarta tenggelam 10 tahun lagi, DPRD: ‘Faktanya permukaan tanah ibukota turun tiap tahun’ – AEOmedia

  • Whatsapp
Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana. Foto: DPRD DKI Jakarta

AEOmedia.com | Berita Terkini : Jakarta tenggelam 10 tahun lagi, DPRD: ‘Faktanya permukaan tanah ibukota turun tiap tahun’, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Jakarta tenggelam 10 tahun lagi, DPRD: ‘Faktanya permukaan tanah ibukota turun tiap tahun’, Kami merangkum berita ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana mengungkapkan bahwa Jakarta memang mengalami penurunan permukaan air tanah setiap tahunnya. Hal ini diungkap William menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Kantor Direktur Intelijen Nasional, Selasa (27/7/2021) yang menyinggung kemungkinan 10 tahun lagi Jakarta akan tenggelam karena naiknya permukaan air laut.

“… Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?” kata Biden dalam pidatonya.

 “Fakta nya memang Jakarta mengalami penurunan permukaan air tanah setiap tahunnya. Jadikan ini bahan evaluasi kita bersama untuk menyalamatkan Jakarta,” ujar William kepada -, Senin (2/8/2021) dalam keterangan persnya.

William mengatakan, sudah saatnya Pemprov DKI Jakarta fokus dalam mengeksekusi upaya-upaya agar Jakarta tidak tenggelam.

Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana. Foto: DPRD DKI Jakarta

“Pertama, segera lakukan pipanisasi air bersih ke seluruh pelosok Jakarta tanpa terkecuali agar masyakat tidak mengambil air tanah, kedua hentikan pencurian air bersih, percuma punya air bersih jika airnya dicuri, terakhir, jangka panjang mulai fokus lakukan pembangunan giant sea wall,” tutur William.

Menurut William, hingga saat ini, belum ada tindakan yang signifikan dari Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah Jakarta tenggelam. “Salah satu contohnya adalah kontrak pengelolaan air swasta akan berakhir 2023,  tapi sampai saat ini tidak ada tindakan apapun, bahkan tahun lalu malah akan memperpanjang kontrak Aetra hingga 25 tahun,” ungkap William.

Dua penyebab Jakarta tenggelam

Terpisah, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga menuturkan terdapat dua penyebab utama mengapa Jakarta rentan tenggelam dalam 10 tahun kedepan. Pertama yakni karena sepanjang tahun DKI Jakarta terancam banjir.

“Terdapat empat tipe banjir yakni banjir kiriman yakni seperti banjir awal tahun ini, banjir lokal yakni seperti banjir awal tahun lalu, banjir rob yakni banjir setiap bulan purnama di kawasan pesisir pantura Jakarta, dan banjir besar. Banjir ini merupakan gabungan ke 3 tipe tersebut seperti yang terjadi pada tahun 2002, 2007, 2012, 2014,” papar Nirwono kepada AEOmedia, Senin (2/8/2021).

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga. Foto: Ist
Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga. Foto: Ist

Lebih lanjut dikatakan Nirwono, penyedotan/ pemompaan  air tanah yang tidak terkendali mulai dari tingkat rumah tangga, gedung perkantoran/ perhotelan/ perbelanjaan, sampai dengan kawasan industri.

“Selama Pemprov DKI Jakarta tidak mampu menyediakan air tanah secara memadai maka penyedotan air tanah akan terus berjalan dan mempercepat penurunan muka tanah sehingga rentan tenggelam,” tutur Nirwono.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *