BPJS Kesehatan Sidoarjo

AEOMedia.com, Kesehatan – Jumlah pasien COVID-19 di Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga saat ini sudah ada 1.287 orang positif COVID-19, 727 berstatus pasien dalam pengawasan dan 337 lainnya merupakan orang dalam pemantauan.

Penambahan jumlah pasien yang dirawat seiring dengan semakin membengkaknya biaya yang harus dibayarkan pemerintah ke rumah sakit. Dalam waktu tiga bulan terhitung Maret hingga Mei 2020, pemerintah sudah membayar sebesar Rp 40 miliar.

“Yang sudah terverifikasi, mungkin hampir Rp 40 m, dari akhir Maret, April, Mei untuk COVID-19 saja yang ditugaskan pemerintah, tapi kalau klaim JKN tetap, kalau ada indikasi ke arah COVID-19 itu langsung dialihkan pembiayaannya oleh rumah sakit,” kata Sri Mugirahayu, Kepala BPJS Kesehatan Sidoarjo.

Pembiayaan untuk penanganan COVID-19 berbeda dengan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk pandemi COVID-19, rujukannya tertuang dalam Perppu Bencana Non Alam dan diatur dalam Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2018, Tentang Jaminan Kesehatan. Demikian seperti dilansir pada Liputan6, 26 Juni 2020.