AEOMedia.com, Social Media – Penerapan verifikasi akun Facebook yang sering viral merupakan sebuah kebijakan ini dilakukan untuk memastikan pengguna Facebook melihat konten yang lebih otentik, bukan dari bot atau orang yang menyembunyikan identitasnya.

Langkah ini mengikuti kebijakan Facebook yang meminta pemilik halaman yang viral dan pengiklan politik untuk mengungkap identitas dan lokasinya untuk mencegah gangguan menjelang pemilihan umum Amerika Serikat.

“Kami ingin orang-orang merasa percaya diri bahwa mereka mengerti siapa di balik konten yang mereka lihat di Facebook dan ini sangat penting ketika membicarakan konten yang menjangkau banyak orang,” kata Product Manager Facebook Anita Joseph dan Michele Paselli dalam blog post

Akun Facebook yang memperlihatkan perilaku tidak otentik dan kontennya sering viral di AS harus menyediakan kartu identitasnya. Tidak hanya itu akun yang menjadi admin halaman harus mengikuti proses verifikasi tambahan, termasuk mencocokkan data lokasi dari perangkat mereka dengan data lokasi yang diunggah di profil.

Jika identitas yang diberikan tidak sesuai dengan akun tersebut, atau jika pengguna menolak memverifikasi identitasnya, Facebook akan mengurangi distribusi kontennya, sehingga konten tersebut hanya dilihat sedikit orang.

Jika akun yang dianggap mencurigakan juga menjadi admin, akun mereka tidak akan lagi bisa digunakan untuk mengatur halaman yang dikelolanya jika mereka gagal memverifikasi identitasnya lewat Page Publisher Authorization Process.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Facebook untuk mendorong penggunanya menggunakan identitas asli, sekaligus untuk melawan kampanye dari pemerintah asing yang berniat mempengaruhi politik di AS menjelang pemilu.

Pada tahun 2019, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini mengharuskan pengiklan politik di platform-nya untuk menyediakan sejumlah informasi, termasuk nomor identitas dari pemerintah, sebelum memasang iklan.